Tim pelaksana terdiri dari para dosen dan mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial UNDIRA, bekerja sama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Pelatihan disampaikan dengan metode partisipatif dan praktik langsung, seperti studi kasus, diskusi kelompok, hingga simulasi pembuatan kemasan produk.
Muhamad Al Faruq Abdullah, salah satu pemateri dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya mindset wirausaha. “Kami ingin peserta tidak hanya tahu cara menjual produk, tapi juga mampu berpikir strategis—bagaimana mengemas produk secara profesional, mengenali pasar, dan memanfaatkan peluang yang ada, meskipun dengan modal terbatas,” tuturnya.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Rata-rata skor pre-test sebesar 59,8 melonjak menjadi 83,8 pada post-test. Sebanyak 90% peserta berhasil menyusun identitas merek produk mereka sendiri, dan 75% mampu menyusun rencana usaha sederhana.
Pelatihan ini juga berhasil membangkitkan antusiasme peserta. Salah satu peserta, ibu rumah tangga yang memproduksi keripik pisang, mengaku baru pertama kali membuat logo dan kemasan sendiri. “Saya jadi semangat jualan karena sekarang produk saya punya nama dan tampilan yang menarik. Bahkan sudah saya foto dan kirim ke grup WhatsApp pelanggan,” ujarnya.
