Setelah mengembalikan iramanya, Raka menemukan momentumnya. Setelah berimbang dalam sepuluh gim pertama, atlet ramping mencuri servis memungkasi laga. Latihan intens lima bulan terakhir di Sukoharjo menunjukkan hasil nyata.
Pada perdelapan final, Raka bakal menghadapi petenis Sampang, Lukman Praditya Nugroho. Di pertemuan terakhir, ia mengaku unggul jauh. Akan tetapi, kemenangan di KU 12, menurutnya, tak relevan lagi lantaran sudah dua tahun lalu.
“Besok aku akan main cepat. 3-4 bola saja. Alasannya, dia pemain rally yang bagus, pukulannya konsisten. Jadi, kalau aku ikut temponya malah keenakan buat dianya. Susah juga buat matiin bola-bolanya,” ujar pengidola Roger Federer.
Lukman sendiri melenggang usai menunddukan wakil Solo, Ziyad Hamas. Unggulan kelima ini menang dalam dua set langsung, 6-4, 6-0.
Selain KU 16 di atas, Detec Kentoeng Open 2025 juga menggelar empat KU lain, 10, 12, 14, dan 18. Kejuaraan tenis nasional junior ini sendiri merupakan kolaborasi dua klub tenis, Deddy Prasetyo Tennis Club dan Kentoeng Tennis Academy. (bam)
