Menurut Zayadi, tantangan utama dakwah ke depan adalah mengemas pesan keagamaan yang menarik bagi generasi milenial dan Z. Para dai muda juga diharapkan mampu merespons isu-isu kekinian seperti radikalisme, intoleransi, dan disinformasi.
“Dari program pembibitan dai muda, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa dakwah bukan hanya soal menyampaikan, tapi juga mendengarkan dan merespons kebutuhan umat secara bijaksana,” jelasnya.
Zayadi menambahkan, hasil seleksi ini mencerminkan transformasi dakwah ke arah yang lebih digital dan inklusif. Dikatakannya, pendekatan konvensional tidak lagi memadai untuk menjangkau masyarakat di era global.
“Ini menjadi langkah strategis dalam menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah perubahan sosial yang cepat. Semoga para dai muda yang terpilih dapat menjadi inspirasi dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (ahmad)
