Dalam pandangan Yayat, revitalisasi rusun adalah solusi paling realistis bagi kota-kota besar seperti Jakarta agar menjadi lebih tertata dan layak huni.
Ia menilai, pendekatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mencontoh suksesnya pembangunan hunian vertikal di Singapura.
“Hal itu sudah dinyatakan oleh Presiden Prabowo Subianto di Singapura. Dimana beliau akan meniru Singapura dalam penyediaan perumahan itu.
“Artinya warga didorong untuk tinggal di rumah susun,” sambung Yayat.
Lebih jauh, Yayat menilai program ini bukan hanya menata kawasan, tetapi juga efektif menekan backlog perumahan dan mendukung target pemerintah untuk menyediakan satu juta rumah di wilayah perkotaan.
“Solusi mengatasi backlog untuk kawasan perkotaan yang paling realistis adalah membangun rumah susun,” lanjutnya.
Untuk itu, Yayat mendorong kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah agar penyediaan rusun lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
Menurutnya, anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mencapai Rp17 hingga Rp18 triliun per tahun untuk bantuan sosial bisa dialihkan sebagian untuk memfasilitasi perpindahan warga ke rusun.
