Ketua Komite The 12th IndoEBTKE ConEx 2025, Eka Satria mengatakan, melihat kesuksesan EBTKE ConEx sebelumnya di 2023, berbagai poin diskusi telah kami rangkum dalam Whitebook dan kami rekomendasikan kepada para pemangku kepentingan itulah semangat yang terus kami bawa melalui platform ini.
FGD ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa di acara utama pada November nanti, topik-topik diskusi yang diangkat benar-benar relevan, tepat sasaran, dan berdampak bagi pelaku industri. “Dengan demikian, forum ini dapat berkontribusi nyata dalam mendorong Indonesia mengambil peran sentral sebagai regional powerhouse di bidang energi terbarukan,” tutur Eka.
Diskusi dalam FGD dibangun atas empat pertanyaan panduan yanmengeksplorasi aspek krusial transisi energi Indonesia: Pertama, mengeksplorasi hasil konkret yang harus diberikan EBTKE ConEx 2025 untuk industri, sebagai langkah memastikan forum ini menghasilkan output yang dapat diimplementasikan.
Kedua, membahas peran aktif sektor swasta dalam mendukung implementasi RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) hijau, mengingat pencapaian target energi terbarukan memerlukan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku swasta.
