Ajang ini menjadi bukti bahwa madrasah kini tak hanya unggul di bidang keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan desain komunikasi. Keberhasilan Taher membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing di era revolusi industri 4.0 bahkan di bidang kreatif digital sekalipun.
Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, saat dimintai tanggapan, menyampaikan apresiasinya atas prestasi ini.
“Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa madrasah terus berkembang, mengikuti zaman, dan membuktikan diri dalam kompetisi berskala nasional. Prestasi ini juga menjadi motivasi untuk madrasah-madrasah lain di seluruh Indonesia agar terus menggali potensi siswanya,” ujarnya.
Unifest UTDI 2025 sendiri menghadirkan berbagai lomba seperti esports (MLBB, Valorant, PES), UI/UX Design, dan poster digital. Sementara untuk kategori esports terbuka untuk umum, lomba poster dan UI/UX ditujukan khusus bagi siswa SMA/SMK/sederajat.
Ketua Panitia, Izz Sabdo Negoro, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan berbagai pihak. “Sponsor banyak membantu secara teknis, terutama saat gladi bersih. Kami berharap kolaborasi ini bisa berlanjut dan even tahun depan makin besar,” ujarnya.
