Sementara, Wakapolda DIY, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menyampaikan, bahwa tata kelola keselamatan harus dirancang secara bijak dan tidak memicu reaksi emosional di masyarakat.
“Kami ingin sistem yang humanis, tapi tetap berwibawa. Jangan sampai efek kejut dari kebijakan justru merugikan semua pihak,” tukas Wakapolda DIY, Brigjen Eddy yang turut hadir dalam Simposium Nasional.
Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Irjen Arif Rachman menyoroti pentingnya pendekatan sosial dalam penyelesaian masalah kendaraan over dimension (ukurannya melebihi batas yang ditetapkan peraturan) dan over loading (mengangkut muatan melebihi batas maksimal yang ditetapkan).
“Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas mengedepankan modal sosial seperti rasa memiliki, kepercayaan, komunikasi efektif, dan kebersamaan dalam mengatasi kendaraan over dimensi dan over load. Ini harus menjadi basis dalam membangun koordinasi dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Arif.
