Sedangkan empat titik lainnya, tahap kedua, salah satunya berlokasi di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya.
“Ini salah satu bentuk yang kami siapkan untuk meningkatkan fase pencegahan sebelum terjadi bencana kekeringan,” tukas Suharyanto.
Kepala BNPB menjelaskan, upaya pencegahan dinilai tidak kalah penting dengan penanggulangan bencana pada fase tanggap darurat.
Pencegahan optimal sebelum terjadinya bencana dapat menekan risiko sekaligus dampak yang terjadi dari sebuah bencana. Hal tersebut harus ditingkatkan di setiap daerah.
“Penanggulangan bencana tak hanya saat terjadi bencana tapi sebelum bencana terjadi. Ini harus ditingkatkan. Kita harus terus tingkatkan upaya pencegahan, salah satunya melalui pembuatan sumur bor,” ujarnya.
Sumur bor dibangun berjenis sumur bor dalam atau artesis dengan kedalaman 120 hingga 130 meter. Sumur bor dilengkapi dengan mesin pompa berjenis summersible dengan kapasitas air dapat menampung hingga 5.000 liter. Sumur dibuat nantinya dapat memenuhi kebutuhan air kurang lebih hingga 1.200 Kepala Keluarga (KK) atau 4.200 jiwa.
