Menurut Suharyanto, program sumur bor diharapkan bisa menjadi solusi jangka menengah untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Terutama saat musim kemarau dalam beberapa tahun terakhir memicu terjadinya bencana kekeringan di wilayah pesisir utara Jawa, termasuk Indramayu.
Selain Indramayu, pembuatan sumur bor oleh BNPB juga akan dilaksanakan di wilayah lain di Jawa Barat yakni di Subang dan Cirebon. Tidak hanya delapan titik, Kepala BNPB juga tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah titik pembuatan sumur bor di Indramayu setelah menampung aspirasi dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Peresmian sumur bor tersebut turut dihadiri oleh Kepala Pusterad TNI, Bupati Indramayu, Wakil Bupati Subang, dan Wali Kota Cirebon, serta unsur forkopimda Kabupaten Indramayu.
Sebagai informasi, Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah di Jawa Barat, kerap kali dilanda bencana kekeringan bila musim kemarau datang setiap tahun. Salah satu kekeringan terjadi melanda Indramayu pada periode pertengahan 2024. Lebih dari 700 hektar sawah terdampak dan masyarakat kesulitan mengakses air bersih guna memenuhi kebutuhan setiap hari.
