“Pemerintah secara spesifik diberi amanat untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab Kementerian Kebudayaan. Karena itu, kita mengajak semua pihak untuk kolaborasi,” ujarnya.
Di hadapan para undangan yang hadir, Menbud Fadli kembali menegaskan bahwa budaya dapat menjadi soft power Indonesia ke depan, yang dapat menjadi ekonomi budaya dan industri budaya.
“Di banyak negara, budaya sudah menjadi bagian dari soft power yang sangat penting. Indonesia, sebagaimana kita ketahui, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, yang bisa kita sebut dengan mega-diversity dan juga memiliki peradaban yang sangat tua. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh kementerian dan lembaga menjadi sangat penting,” ujar Menbud Fadli.
Penandatanganan ini bertujuan untuk memperkuat jangkauan kerja sama lintas sektor yang strategis dan berdampak. Ruang lingkupnya mencakup penguatan pendidikan berbasis budaya, pengembangan riset dan inovasi kebudayaan, pemanfaatan budaya lokal untuk pembangunan desa, penyediaan data statistik kebudayaan yang akurat, hingga promosi budaya dalam diplomasi dan pariwisata berkelanjutan.

