“Pendekatan humanis ini membuat kesadaran masyarakat meningkat, sehingga berdampak pada turunnya kecelakaan,” tukas Kakorlantas.
Hasil analisis dan evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kegiatan edukasi.
Kakorlantas menambahkan, selama Operasi Patuh 2025, kegiatan bimbingan dan penyuluhan meningkat hingga 3.597 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyuluhan langsung juga naik 7,6 persen, dan pemasangan himbauan melonjak 48,2 persen.
Polantas juga aktif melakukan tatap muka dengan komunitas logistik sebanyak 16.156 kali, serta silaturahmi bersama 7.728 komunitas roda dua dan roda empat.
Sementara, kegiatan preventif berupa pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli justru turun 14,2 persen. Namun, kegiatan represif mengalami kenaikan 17,2 persen, didominasi teguran simpatik sebanyak 729.977 teguran.
Tilang manual meningkat 82,1 persen menjadi 243.585 pelanggaran, sedangkan tilang elektronik justru menurun. ETLE statis tercatat 67.648 pelanggaran atau turun 20,1 persen, dan ETLE mobile turun 27,7 persen menjadi 60.981 pelanggaran.
