IPOL.ID – Sebanyak 298 warga sipil menjadi korban bentrokan bersenjata yang telah berlangsung di provinsi Al-Suwayda di Suriah selatan sejak 13 Juli 2025.
Sementara jumlah total korban tewas selama konflik antar-komunitas tersebut mencapai 1.119 orang, lapor saluran TV Sky News Arabia, mengutip sumber medis, yang sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 940 orang.
Menurut saluran TV tersebut, 427 anggota pasukan pertahanan diri Druze tewas. Pasukan khusus Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan yang dikirim dari Damaskus ke wilayah selatan untuk memulihkan stabilitas kehilangan 354 tentara, dan formasi pro-pemerintah suku-suku Arab kehilangan 21 milisi.
Sebanyak 19 anggota pasukan keamanan internal lainnya tewas dalam serangan udara Israel.
Pada 19 Juli, Presiden Suriah untuk masa transisi, Ahmed al-Sharaa, memberlakukan gencatan senjata di Al-Suwayda sesuai dengan rencana penyelesaian yang disusun dengan partisipasi mediator internasional.
Pertukaran tahanan yang direncanakan pada 20 Juli gagal akibat bentrokan baru di beberapa wilayah antara suku Badui dan pendukung pemimpin radikal Druze Suriah, Syekh Hikmat al-Hijri.
