5. Pembaruan Kurikulum Ekonomi di Sekolah Menengah.
Anak muda perlu dibekali pemahaman ekonomi strategis sejak sekolah. Pendidikan ekonomi tak boleh berhenti di teori, tapi harus mengarah pada pemahaman geopolitik, industri, dan kebijakan fiskal.
“Negara tidak boleh hanya jadi kasir untuk kekuatan asing. Kita harus mulai jadi perancang masa depan kita sendiri,” tegas Haidar Alwi.
Nasionalisme Ekonomi Itu Tindakan, Bukan Slogan.
Bagi Haidar Alwi, nasionalisme ekonomi bukan hanya retorika. Ia hadir saat negara mendanai riset anak negeri, saat rakyat membeli produk lokal dengan bangga, dan saat sistem ekonomi dibangun atas dasar keadilan dan keberanian.
Indonesia Menjelang Usia 80, Siap Menata Arah Baru.
Usia 80 bukan akhir perjalanan, tapi titik balik. Indonesia tidak kekurangan sumber daya, tidak kekurangan kecerdasan, dan tidak kekurangan sejarah kemenangan. Yang perlu kita bangun adalah keberanian untuk bertindak, dan kemauan kolektif untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Jika arah ini digenggam bersama, Indonesia tidak hanya akan selamat dari gejolak global, tapi akan menjadi poros ekonomi baru, bukan karena belas kasihan dunia, tapi karena kekuatan, kerja keras, dan kebijakan yang berpihak pada bangsa sendiri. (Yudha Krastawan)
