Karena kondisi angin yang kencang dan material mudah terbakar sehingga penanganan menggunakan hydrant kurang efektif dan api pun semakin membesar, Top Management akhirnya memutuskan untuk dilakukan evakuasi terhadap karyawan, tenant maupun customer yang berada di gedung Mal Artha Gading serta memanggil pihak terkait (Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan DKI Jakarta, Tim Pemadam Kebakaran Security Grup Artha dan layanan kesehatan dari AGP Arthakes) guna meminta bantuan pemadaman dan penyelamatan.

Setelah dilakukan pendataan di asembly point dilaporkan 1 korban karyawan dari tenant azko masih tertinggal sehingga Emergency Response Team (ERT) Rescue security melakukan penyisiran ke area tenant azko dan ditemukan korban dalam keadaan patah kaki.
Tim segera melakukan tindakan pembidaian dan dievakusi ke posko medis. Di sisi lain Ada 5 korban yang terjebak di sisi selatan dan dilakukan penyelamatan oleh Damkar serta dilakukan observasi terkait korban oleh tim medis, bilamana kondisi korban parah akan segera dilarikan ke RS Mitra Keluarga.
