“Kejurnas ini momentum yang tepat untuk mengetahui di mana level kami dibandingkan daerah lain. Apalagi ini adalah pertama kali kami ikut Kejurnas,” ungkap Saddam.
“Ini juga pertama kali bagi kami menghadapi tim-tim dari luar Kalimantan Selatan. Tentu Kejurnas ini sangat berarti bagi kami,” lanjutnya.
Saddam tidak khawatir dengan kekalahan anak asuhnya ketika melawan Warriors Jakarta. Turun di kategori putri, Sunday Morning takluk 13-106.
“Kami sudah catat apa saja yang menjadi kekurangan tim ini. Untuk kemudian kami membuat rencana selanjutnya bagaimana membangun kekuatan tim ini ke depannya,” terangnya.
“Dengan mengikuti kejuaraan ini mental bertanding para pemain juga akan lebih tertata lagi karena mereka akhirnya memiliki pengalaman melawan tim-tim yang belum pernah ditemui sebelumnya,” lanjutnya.
“Kami yakin dari pemain yang main di Kejurnas ini, setahun atau dua tahun lagi bisa bersaing perebutkan posisi di Timnas Putri,” ujarnya penuh percaya diri.
Sementara itu, Technical Delegate Mandiri Kejurnas Antarklub U16 Putra dan Putri Tri Adiloka mengatakan bahwa tim-tim dari luar Jawa memiliki semangat juang yang luar biasa. Mereka ingin menunjukkan tidak kalah dengan tim asal daerah lainnya, terutama yang dari Jawa.
