Menurut Dito, sekolah olahraga akan menjadi basis penting dalam mencetak generasi atlet yang tidak hanya unggul secara fisik tetapi juga memiliki kualitas akademik dan karakter yang kuat.
“Pemerintah ingin membentuk generasi unggul yang memiliki sportivitas tinggi, dari hulu ke hilir, termasuk dalam penyusunan kurikulum nasional di bidang olahraga. Dengan cara ini, kami harap pendidikan dan olahraga bisa berjalan beriringan,” tandasnya.
Program ini merupakan bagian dari ekosistem pembinaan olahraga nasional yang terintegrasi. Pemerintah tidak hanya fokus pada prestasi jangka pendek, tetapi juga ingin memastikan bahwa para atlet memiliki masa depan yang cerah setelah pensiun.
Langkah Kemenpora ini dinilai banyak pihak sebagai terobosan penting untuk menjawab tantangan klasik yang kerap dihadapi mantan atlet, yakni kesulitan transisi ke kehidupan sipil pasca karier olahraga. Dengan dukungan pendidikan tinggi, mereka diharapkan mampu mengembangkan karier di sektor olahraga maupun di luar bidang tersebut.
