Gerakan ini disebut sebagai upaya membangun kembali ikatan emosional antara ayah dan anak yang selama ini dinilai kurang optimal.
Deputi bidang pembangunan manusia di Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan, kehadiran ayah di hari pertama sekolah bisa memberi rasa aman dan membangun kepercayaan diri anak dalam beradaptasi di lingkungan baru.
Data BKKBN menunjukkan hanya sekitar 37 persen anak usia 0 hingga 5 tahun yang diasuh bersama oleh kedua orang tua.
Selain itu, lebih dari 20 persen anak di Indonesia hidup tanpa kehadiran ayah secara emosional maupun fisik. Lewat kampanye ini, pemerintah ingin mengubah persepsi lama bahwa urusan anak adalah tanggung jawab Bunda semata.(Vinolla)
