Lemparan batu ini mengenai salah satu kaca kereta dan serpihannya mengenai dua orang penumpang KA di dalam. Menurut Feni, setibanya KA itu di Stasiun Solobalapan, dua penumpang itu langsung diperiksa dan diobati oleh tim medis, serta dirujuk ke RS Triharsi.
Selanjutnya, kata Feni, dua penumpang tersebut akan mendapatkan asuransi dan penanganan kesehatan akan dilanjutkan di RS di Surabaya.
“KAI Daop VI Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang dan sangat menyayangkan kejadian ini. KAI tidak akan menoleransi segala bentuk vandalisme terhadap kereta api. Selain membahayakan perjalanan KA, vandalisme juga merugikan negara dan masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada transportasi publik,” ungkap Feni, pada Senin (7/7/2025).
Lanjut Feni menegaskan bahwa tindakan vandalisme macam pelemparan benda, corat-coret, maupun bentuk perusakan lainnya adalah pelanggaran hukum dan membahayakan keselamatan operasional, selain mengganggu kenyamanan penumpang.
Merespons hal ini, KAI Daop VI terus memperkuat sistem pengamanan dengan meningkatkan patroli di jalur rawan, memasang kamera pengawas, serta menjalin koordinasi lebih intensif dengan aparat kepolisian dan masyarakat setempat. Kata Feni, pihaknya turut mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan turut serta menjaga kelancaran serta keamanan perjalanan KA.
