Amel pun berhasil mempertahankan gelarnya pada sektor ganda. Berpasangan dengan wakil Kabupaten Semarang, Getsa Zainine, Amel mengatasi duet Fadia Fizza/Kaitlyn Wijaya tanpa mengeluarkan keringat.
Lawannya memutuskan retired ketika pertandingan siang hari baru melangsungkan dua gim set pembuka.
“Setelah ini, aku berencana naik kelas ke KU 18 di ajang nasional. Selain itu, aku juga mau nyoba bermain di kejuaraan Internasional.
Debutku mungkin akan kulakukan di ajang ITF J60 Widjojo Surabaya akhir tahun ini,” pungkasnya.
Selain Amel, pencapaian serupa turut dicatat lima petenis muda lainnya, Aleisha Maheswari (KU 10 Putri), Saafia Deviani (KU 12 Putri), Quorra Princy (KU 14 Putri), Abizar Maulana (KU 10 Putra), dan Azka Azzam (KU 16 Putra).
Dengan hasil ini, Kejuaraan Nasional yang berkat kerja sama Deddy Prasetyo Tennis Club dan Kentoeng Tennis Academy resmi berakhir. Anshari Nurshida, direktur turnamen, mensyukuri lancarnya penyelenggaraan sepekan ini yang menggunakan tiga lapangan berbeda di Sukoharjo, yakni Gelora Merdeka, Kentoeng Tennis Academy, dan Kridasena. Ia pun mengharapkan para peserta terus mengasah diri dan kemampuan. (bam)
