Prabowo bahkan menetapkan sasaran yang lebih besar, yakni membangun 200 Sekolah Rakyat hingga akhir tahun.
“Ya nanti kita lihat ya. Nanti kita lihat kondisinya. Yang jelas ini menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana. Untuk 159 titik itu, Insyaallah bisa menampung lebih dari 15.000 siswa. Nanti, pada akhirnya,” katanya.
Meskipun detail realisasi anggaran belum disampaikan, Gus Ipul memastikan bahwa fokus utama penggunaan dana adalah untuk pengadaan laptop dan seragam.
“Saya belum update ya, tetapi ya belum banyak Insyaallah. Yang paling besar itu nanti untuk pengadaan laptop, dan untuk seragam. Selebihnya ya untuk permakanan, dan lain-lainnya,” ujar dia.
Dia juga menekankan pesan Presiden terkait pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.
“Kita kawal sekarang ini pelaksanaannya, mulai dari pengadaan-pengadaan barang yang harus sesuai ketentuan, jangan ada yang menyimpang, karena ini memang dari awal pesan dan arahan dari Bapak Presiden, bahwa keseluruhan tata kelola dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini harus sesuai ketentuan dan tidak ada penyimpangan,” tegasnya. (far)
