
Lebih lanjut, ia menekankan, jika angka pertumbuhan ekonomi suatu daerah baik, maka daerah tersebut berada dalam kondisi yang menggembirakan. Namun, jika pertumbuhannya memburuk, hal itu akan berdampak pada stagnasi pembangunan, atau bahkan menimbulkan kondisi yang mengkhawatirkan.
“Kalau pertumbuhan ekonominya di atas 3 persen, berarti dia menuju track yang bagus. Kemiskinan akan berkurang, stunting akan berkurang, lapangan pekerjaan juga akan bertambah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Mendagri memuji pertumbuhan ekonomi Provinsi Kaltim pada triwulan I yang mencapai 4,08 persen. Menurutnya, capaian tersebut relatif baik, namun tetap perlu diperkuat. Ia mengimbau Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional yang berada di angka 4,87 persen. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan langsung dampak positif dari geliat perekonomian daerah.
