Andi, 20, bukan nama sebenarnya, terkejut saat mengetahui adiknya, MI, 17, tewas dalam kejadian tawuran di Ciracas.
Kabar duka tersebut diterimanya saat dia sedang bekerja. Dia ditelepon oleh orangtuanya yang mengatakan bahwa MI telah meninggal. Saat itu, dia langsung mencari tahu kronologi kejadian dari tiga teman MI yang sempat mengantar adiknya ke rumah sakit.
“Terus kebetulan ada temannya datang, menurut informasi dia yang mengantarkan adik saya ke rumah sakit, pertama ngomong tuh dibegal,” ujar Andi.
Tidak langsung percaya begitu saja. Andi terus saja mendesak ketiga teman adiknya untuk berkata jujur.
“Terus saya tanya sama tiga orang itu (temannya MI) lebih tegas. Terus kebetulan kata dia ‘sebenarnya bukan di begal Bang, tapi tawuran’,” jelasnya.
Nyatanya korban MI diketahui dibacok pelaku saat terlibat aksi tawuran di Ciracas. Akibat kejadian itu Mi mengalami luka di bagian punggung, dagu, jari, dan kaki.
“Kalau luka di punggung, dekat tulang ekor, kebetulan bolong, ada tiga jari bolong. Sama kakinya aja lecet dan dagu juga luka,” ungkapnya.

