Dalam tawuran itu melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok Kodam dan Gang Mantap.
“Kelompok Gang Mantap ini mengundang juga aliansinya dari Depok, Jawa Barat, karena kelompok Kodam sedikit jumlahnya sekitar 20 orang, sedangkan kelompok Gang Mantap hampir 200 orang,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly dikonfirmasi ipol.id, Jumat (18/7/2025).
Lantaran kalah jumlah, MI yang tergabung dalam kelompok Kodam memilih untuk kabur menyelamatkan diri. Nahas bagi MI, diduga korban tertinggal jauh oleh kelompoknya sehingga MI menjadi sasaran pembacokan dilakukan pelaku dari kelompok Gang Mantap.
“Salah satu anak berusia 17 tahun berinisial MI itu dibacok di bagian punggung atau belakangnya sehingga meninggal dunia,” jelas Nicolas.
Dalam laporan kasus diterima kepolisian, polisi menyelidiki dan berhasil menangkap dua pelaku yaitu yang melakukan pembacokan dan provokator atau yang menggerakkan kelompok untuk tawuran.
“Pelaku pembacok itu anak berumur 20 tahun berinisial JF, penggerak atau provokatornya inisial AH alias H usia 17 tahun,” jelas Nicolas.

