Mereka juga mengarahkan kritik ke struktural sepak bola Malaysia. Banyak yang mempertanyakan arah dan masa depan tim nasional, terutama jika hanya mengandalkan pemain lokal.
“Sepak bola Malaysia tidak punya masa depan kalau terus pakai pemain lokal saja. Kita harus realistis, lihatlah negara lain yang sudah lebih maju,” ungkap salah seorang netizen.
Walaupun laga berakhir imbang, sebagian pendukung Malaysia menilai Garuda Muda tampil jauh lebih meyakinkan.
“Skornya memang seri, tapi secara permainan Indonesia jelas menang. Kita cuma bisa longball dan counter. Yang paling sakit hati itu, di akhir laga, masih santai main bola. Coach Nafuzi, tolong lakukan sesuatu, kami masih percaya padamu,” tulis netizen lainnya.
Rentetan kegagalan yang dialami Malaysia U-23 di ajang ini tampaknya membuat rasa frustrasi netizen makin dalam.
“2019 gagal, 2022 gagal, 2025 juga gagal. Mungkin sebaiknya bubar saja tim U-23 ini,” sindir salah satu warganet Malaysia. (far)
