Berdasarkan penelusurannya sendiri, belum pernah ada peneliti asal Indonesia yang berhasil mendapatkan peringkat P1 atau level kritis dalam program tersebut, sehingga pencapaiannya masuk dalam kategori langka dan membanggakan.
Alex baru menekuni keamanan siber dalam waktu 11 bulan terakhir. Sebelumnya, ia telah memiliki bekal dalam pemrograman atau coding, namun seiring berkembangnya teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), ia melihat bahwa keamanan siber merupakan bidang yang relevan dan menjanjikan untuk ditekuni.
Ia pun memutuskan untuk memperluas keahliannya dengan terjun ke dunia keamanan digital agar ilmu coding yang ia miliki tidak sia-sia. Pembelajaran yang ia jalani tidak hanya berasal dari internet dan komunitas, tetapi juga dari pendalaman materi seperti matematika dan logika.
Alex juga menyebut salah satu faktor penting yang membentuk konsistensinya dalam belajar adalah keputusan orangtuanya yang melarang bermain game sejak kecil.
Hal itu membuatnya mencari kegiatan alternatif yang lebih produktif, hingga akhirnya membawanya menekuni dunia keamanan siber.
