Karena itu Baitul Maqdis Institute menyerukan kepada komunitas internasional, organisasi pers global, dan lembaga-lembaga hak asasi manusia untuk menuntut pertanggungjawaban hukum kepada penjajah dan otoritas yang terlibat. Kami juga mendorong dunia untuk bekerja keras menjamin perlindungan bagi jurnalis yang bekerja di Gaza dan wilayah konflik-konflik global. “Kami juga menolak impunitas terhadap kejahatan yang menargetkan saksi mata-saksi mata kebenaran,” kata Fahmi.
Baitul Maqdis Institute meyakini gugurnya Anas Al-Sharif tidak akan membungkam perjuangan rakyat dan jurnalis Palestina. Suara mereka akan terus hidup dalam ingatan dunia, sebagai saksi kebenaran yang tidak gentar oleh ancaman, dan sebagai martir kebebasan yang akan dikenang sepanjang sejarah. (tim).
