IPOL.ID-Di tengah dinamika Pemilihan Ketua Umum ILUNI UI, muncul isu yang mengaitkan program beasiswa alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dengan praktik politik uang.
Menanggapi hal ini, Faizal Hafied, alumni senior FHUI sekaligus penggagas program Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) melalui Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia dan FHP Law School, menegaskan bahwa beasiswa tersebut murni lahir dari kepedulian pribadi, bukan untuk kepentingan politik.
“Sejak lama saya melihat banyak adik-adik alumni FHUI yang ingin menempuh pendidikan profesi, tetapi terkendala biaya. Dari kegelisahan itu, saya merasa perlu ikut berkontribusi. Beasiswa ini lahir murni dari kepedulian, bukan politik uang. Memang sering terjadi, saat ada suatu kontestasi, masuk masa tenang justru banyak yang serang-menyerang kampanye negatif, bahkan kampanye hitam seperti ini,” ujar Faizal.
Faizal menjelaskan, beasiswa PKPA tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan manfaat langsung berupa dukungan pendidikan.
