“Komunikasi adalah pintu pertama dalam interaksi. Dengan menguasai bahasa isyarat, perusahaan dapat menunjukkan keseriusan mereka dalam menerima pekerja disabilitas,” sebut Mu’minati.
Menurut Mu’minati, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja disabilitas, tetapi juga berperan menyiapkan calon pekerja melalui program pelatihan keterampilan dan dukungan wirausaha mandiri. Dengan begitu, penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima kesempatan, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar tenaga kerja.
“Kami ingin memastikan pekerja disabilitas yang masuk ke dunia kerja siap berkompetisi dan berkontribusi maksimal,” tegas Mu’minati.
Lebih jauh, Mu’minati menekankan bahwa tujuan akhir dari program ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang ramah dan mendukung bagi seluruh pekerja tanpa terkecuali. Hal tersebut sejalan dengan misi BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan menyeluruh sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Harapan kami, forum ini menjadi titik awal terbentuknya lebih banyak peluang kerja inklusif sehingga penyandang disabilitas bisa berkembang dan berkontribusi bagi bangsa,” cetus Mu’minati. (msb/dani)
