Meski demikian, Indonesia sebagai tuan rumah juga patut berbangga lantaran bisa menyapu medali emas, perak dan perunggu. Itu terjadi KU-15 Open. Ketiga pecatur yang menempati tiga teratas adalah Steven Tan yang meraih poin sempurna dengan 7 VP selama tujuh babak, lalu Veyron Fraser Saerang (5,5 poin) di urutan kedua dan Amadeus Dharmaputra Kusumo (4,5 poin) di posisi ketiga.
Hal serupa juga terjadi di KU-13 Open. Peraih medali emas, perak dan perunggu diborong pecatur Indonesia, masing-masing I Kadek Dhanvant Keene Anggaswara (6 poin), Dominicus Winston Lin (5 poin) dan Kenny Horasino Bach (5 poin).
I Kadek Dhanvant Keene Anggaswara mengakui persaingan mengikuti turnamen garapan BPK PENABUR kali ini tidak mudah. Ia harus berhadapan dengan lawan berat.
“Lawan saya cukup berat, terutama di babak kelima dan hasilnya draw. Tapi saya tidak menyerah karena setelah pertandingan, saya selalu belajar dan evaluasi agar menang di pertandingan berikutnya,” kata Dhanvant.
Kerja keras pemain asal Bekasi ini akhirnya membuahkan hasil hingga menjadi juara di KU-13 Open. “Saya juga punya cita-cita bisa meraih gelar Grand Master saat usia 16 tahun,” tutur Dhanvant yang kini baru berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMP.
