Ketua Yayasan BPK PENABUR Adri Lazuardi berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung atas kelancaran turnamen ini.
Ia melihat banyak pemain muda bertalenta yang layak untuk mendapatkan pembinaan dari federasi catur nasional.
“Indonesia punya banyak bibit muda yang bisa dibina PB Percasi menjadi the next grand master,” kata Adri saat penutupan turnamen, Minggu (30/8).
Melihat banyak pecatur muda berkualitas, pihaknya berharap turnamen semacam ini bisa jadi kalender rutin dengan dukungaan PB Percasi.

Sekjen PB Percasi Henry Hendratno menyatakan bahwa pihaknya akan memantau para juara di turnamen ini. Tak menutup kemungkinan, mereka akan dipanggil mengikuti seleksi masuk pelatnas catur junior.
“Kalau masuk pelatnas, mereka bisa meningkatkan kemampuan teknik dan ikut kejuaraan tingkat regional, paling enggak sudah bukan tingkat pelajar lagi,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Turnamen BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Copetition 2025 yang berlangsung sejak 28 Agustus diikuti oleh 251 peserta, terdiri dari 42 pecatur internasional yang berasal dari Rusia, Hong Kong, Jepang, Myanmar, Filipina, Singapura, Vietnam, Mongolia, Malaysia, dan tuan rumah Indonesia menurunkan 209 pecatur pelajar terbaiknya.
