Ia berharap, melalui Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 lahir bibit – bibit unggul yang nantinya akan menambah perbendaharaan gelar GM. dan MI bagi dunia Catur di Indonesia.
Sementara Adri Lazuardi, Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, menegaskan penyelenggaraan turnamen Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition merupakan wujud nyata komitmen yayasan dalam memajukan pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada akademik tetapi juga non akademik.
“BPK PENABUR tidak hanya berfokus pada bidang akademis, tetapi juga mengembangkan potensi dan bakat siswa di berbagai bidang, termasuk olahraga catur, “katanya.
Adri Lazuardi mengatakan, turnamen ini merupakan kebanggaan bagi BPK PENABUR. Dengan begitu katanya, merupakan bukti bahwa pendidikan dapat berjalan seiring dengan pengembangan prestasi di bidang lain.
” Ini merupakan bukti kongkrit, komitmen kami dalam mendukung percaturan di Indonesia” kata Adri.
Sementara pertandingan babak kedua di KU 17 pecatur nasional sementara memimpin dengan nilai 2 VP atas nama Immanuel Murado, diikuti Uril Noah Oloan Sidabutar dengan nilai 2 VP. Adapun posisi ketiga diambil Mark Gabriel Usman dari Malaysia juga nilai 2. Ketiga pecatur hanya terpaut nilai solkof.

