Ia menduga pola hidup sehat para santri turut berperan besar dalam menjaga kesehatan. “Kayaknya yang di pesantren ini bagus-bagus ya, karena selalu sholat dan baca Qur’an juga. Dan makanannya juga masih relatif, masih alami, karena dimasak sendiri,” imbuhnya.
Sejalan dengan itu, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di lokasi menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan para santri secara umum menunjukkan kondisi yang baik. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula, penglihatan, pendengaran, dan kesehatan mulut.
“Sejauh ini tidak ditemukan kondisi yang mengkhawatirkan. Hasil tekanan darah, kadar gula, dan pemeriksaan mata masih dalam batas normal. Sebagian besar santri sehat,” ungkap petugas medis di sela kegiatan.
Dalam sesi wawancara, Wamenag juga mengungkapkan optimisme bahwa program CKG akan berjalan lebih sukses dibandingkan program lain, karena mendapat dukungan lintas sektor yang lebih luas.
“Saya melihat ini akan lebih sukses, karena dalam pelaksanaan di lapangan, melibatkan semua pihak, baik pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan yang membidangi, kemudian juga pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan, kemudian Kepala Madrasah, memberikan dukungan, sehingga disambut dari bawah,” terangnya.
