Polisi kemudian mengambil langkah persuasif mulai dari imbauan hingga penertiban. Ia pun berharap hal seperti itu tidak terulang.
“Mari kita jaga situasi tetap kondusif,” tambah Ade Ary.
Selain itu, polisi juga mencegah ratusan pelajar yang hendak bergabung dalam aksi usai terprovokasi ajakan di media sosial. Sampai pukul 14.00 WIB, ada 276 pelajar yang diamankan untuk mencegah ikut aksi.
“Ada yang kedapatan membawa anak panah dan botol untuk dilempar ke petugas. Sangat disayangkan,” kata Ade Ary.
Menurut dia, langkah pengamanan melibatkan kapolres jajaran, KPAI, instansi terkait, pihak sekolah, dan orang tua.
“Kami lindungi anak-anak ini agar tidak terjerumus dalam tindakan yang membahayakan,” jelas dia.
Ade Ary juga mengingatkan masyarakat bijak menggunakan media sosial, jangan sampai jadi sarana provokasi.
Lalu, ia kembali mengungkapkan, ruas tol di sekitar Gedung DPR/MPR/DPD RI sudah kembali dibuka. Namun, jalur arteri di sekitar lokasi masih dipantau secara ketat oleh petugas.
“Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Metro Jakarta Pusat masih berada di lapangan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif. Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya,” tutupnya.(sofian)
