Selain itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan itu mengatakan model kedua dan ketiga dari layanan telemedicine akan dilakukan pada empat fasilitas kesehatan terlebih dahulu untuk menguji efektvitasnya. Dua FKTP yang diwakili oleh Puskesmas Cilandak dan Klinik Restu Ibu, lalu dua FKRTL akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu dan Rumah Sakit Prikasih.
“Sesuai dengan tujuannya, telemedicine model kedua dan ketiga ini dapat membantu dokter Puskesmas atau klinik serta bidan menegakan diagnosis terhadap pasien, tanpa perlu merujuk ke rumah sakit lagi. Saya berharap praktik layanan telemedicine pada empat fasilitas kesehatan terpilih bisa berjalan lancar dan sukses, sehingga layanan ini bisa diamplifikasikan seluruh fasilitas kesehatan Wilayah Jakarta Selatan,” tambahnya.
Pada akhir paparan dalam kegiatan “Jambore Kader Posyandu Kecamatan Cilandak” itu, Herman mengajak semua pihak dalam ekosistem JKN untuk mempersiapkan pelaksanaan telemedicine yang berkualitas, mengenalkan lebih baik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara prosedur hingga cara pemanfaatannya. Dirinya juga berterima kasih kepada Puskesmas Kecamatan Cilandak atas kolaborasi penyelenggaraan acara ini.
Dilain sisi Kepala Puskesmas Cilandak, Maryati Kasiman menyampaikan hal yang senada dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan. Menurutnya, langkah yang diambil melalui telemedicine ini akan sangat berdampak terhadap kemajuan pelayanan Program JKN kedepannya, terutama bagi peserta yang sudah berusia lanjut dan memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke puskesmas ataupun klinik.
“Kami tentu senang dan antusias dengan adanya pengembangan pelayanan telemedicine ini, karena menjadi solusi bagi kami tenaga medis yang ada di puskesmas untuk bisa menyelesaikan pelayanan atau menegakan diagnosis yang sebelumnya hanya bisa dilakukan rumah sakit. Kemudian juga dari sisi peserta, adanya fitur telekonsultasi dan video konsultasi, bisa memberikan fleksibilitas yang lebih baik ketika butuh pengobatan, cukup menggunakan Aplikasi Mobile JKN maka dokter kami akan siap melayani peserta,” jelas Maryati.
Haryati menambahkan, sebagai salah satu fasilitas kesehatan terpilih menjadi lokasi uji coba pelayanan telemedicine, pihaknya akan melakukan upaya maksimal terlebih untuk penanganan pasien rujuk balik dengan penyakit kronis, serta pasien ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan USG bisa dilakukan langsung di Puskesmas, sekaligus mendapatkan hasilnya setelah dikonsultasikan kepada dokter spesialis rumah sakit. Dirinya berharap setiap pihak dapat terus bergandengan untuk menyukseskan program baru ini. (HK/md)
Dorong Optimalisasi Program Telemedicine, Tingkatkan Kemudahan Layanan Kesehatan Peserta JKN
