“Kita harus mengakui masih banyak masyarakat Betawi khususnya orang-orang Jakarta yang didalamnya ada orang Betawi yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita yang diinisiasi atau didukung oleh Pemprov DKI dengan dana yang diberikan oleh Pemprov DKI ini bagian dari ikhtiar kita untuk memajukan salah satunya budaya Betawi dan kulinernya disamping itu juga untuk meningkatkan harkat dan martabat hidup masyarakat atau orang Betawi di jakarta ini,” bebernya.
Untuk pelatihan kuliner para peserta sudah disediakan peralatan masak satu set dan bahan baku untuk membuat kue akar kelapa dan bir pletok yang menjadi icon khas minuman Betawi.
“Minuman ini tidak memabukkan seperti bir yang biasa kita kenal, justru sebaliknya khasiat minuman ini bisa menyegarkan badan karena ada beberapa rempah-rempah yang menjadi campurannya,” katanya.
Ketua DPD Bamus Betawi 1982, Gea Hermansyah mengungkapkan bahwa pelatihan ini sebagai upaya untuk melestarikan warisan kuliner khas Betawi yang kaya akan rasa, sejarah dan budaya juga bagian dari identitas budaya Betawi yang patut dijaga dan dikembangkan.
