“Setelah ini, dimohon para pemerintah daerah untuk melakukan pendataan terhadap rumah rusak yang ada akibat gempa. Nantinya BNPB akan memberikan bantuan stimulan rumah rusak sesuai dengan kategori kerusakan rumah,” jelas Suharyanto.
Suharyanto menekankan perlu diperkuat struktur bangunan yang ada di wilayah Kabupaten Poso. Sebagai contoh, bangunan Gereja Jemaat Elim Masani yang masih dalam tahap rekonstruksi sebaiknya tidak digunakan terlebih dahulu apabila ada kegiatan ibadah. Mengingat guncangan gempa dapat menimbulkan kerusakan cukup masif apabila kondisi struktur bangunan tersebut masih belum rampung.
Di lokasi lain, kondisi rumah warga rusak juga tak luput dari ketahanan bangunan yang masih tergolong rentan. Seperti di Desa Towu, Kecamatan Poso Pesisir, rumah milik Daeng Memang mengalami kerusakan pada bagian kamar.
Saat kejadian, perempuan paruh baya tersebut sempat terkena runtuhan batako dibagian belakang tubuh saat berada di kamar tidur. Tembok bangunan disusun dari batako putih tampak belum diplester. Kerangka atap diatas juga terdiri dari beberapa kayu tanpa adanya plafon. Kondisi ini cukup menjadikan kekhawatiran apabila gempa susulan kembali terjadi.
