Ketua YBI Gita Pratama berharap melalui webinar tersebut, pelaku IKM batik memiliki gambaran tentang strategi penetrasi ke pasar Gen Z. “Pelaku IKM batik dapat menerapkan berbagai cara seperti menghadirkan lini produk baru dengan warna, motif, bahan, dan model favorit Gen Z, sekaligus upaya penguatan pemasaran online, storytelling, serta menunjukkan makna dan value dari brand yang sejalan dengan prinsip yang dipegang teguh oleh mereka,” tuturnya.
Menurut Gita, selain sebagai pangsa pasar, Gen Z juga dipandang mampu menjadi kolaborator dalam upaya pelestarian dan pengembangan industri batik. “Kami melihat Gen Z sebagai mitra potensial dalam membangun ekosistem batik masa depan. Saat ini Gen Z secara tidak langsung telah banyak berkontribusi dalam industri batik melalui berbagai peran, baik sebagai produsen, konsumen, maupun pengamat,” ujarnya. (ahmad)
