Dia pun terkejut saat mendapatkan kabar anak berusia 14 tahun yang sering datang ke kontrakan digagahi oleh ayah tirinya sendiri.
Selama ini, anak tersebut sering datang ke rumah kontrakan tetapi tidak pernah ada gelagat mencurigakan.
“Anaknya suka nginap juga dia. Saya dengar kabar gitu kaget, saya enggak tahu karena enggak pernah ngobrol,” ujarnya.
Sementara, Ketua RT setempat, M Jaelani menegaskan, proses penangkapan terhadap pelaku bukan di rumah kontrakannya.
Pada malam penangkapan, warga sekitar sedang sibuk memasang bendera merah putih jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80.
“Warga sampai jam 00.00 WIB di sini enggak ada apa-apa, kaget pas dapat kabar dari masnya ada pencabulan di sini,” tukas Jaelani.
Menurutnya, pelaku dikenal baik dan sering meminjam sepeda motor kepada dirinya. Sebab, NAW merupakan penghuni kontrakan terlama di sana.
Dia bakal berunding kepada warga sekitar apabila menolak kehadiran pelaku maka akan diusir dan tidak boleh lagi tinggal di kontrakan tersebut.
