Rangkaian hasil impresif ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama woodball di Asia, sekaligus menjadi modal berharga menatap berbagai ajang internasional berikutnya.
“Tagline “Bukan Jago Kandang” mulanya sempat menimbulkan rasa takut bagi para atlet. Mereka khawatir tidak mampu memenuhi ekspektasi, karena tampil di hadapan publik sendiri membawa tekanan yang berbeda. Namun justru tekanan itulah yang akhirnya menjadi motivasi dan energi positif untuk mampu membuktikan bahwa woodball Indonesia mampu berjaya, bukan hanya di luar negeri, tetapi juga di rumah sendiri,” tutup Aang.
Penyelenggaran 13th Asian Cup Woodball Championship dan 7th AICE Indonesia Open 2025 didukung oleh official sponsor, Aice, Mills, JHL Group, JSI Resort, BAIC, Kings Travel, Aquviva serta media partner, Bolaskor, Merah Putih Media dan Garuda TV sebagai official media partner dan broadcasting.(bam)
