Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Indonesia Sudah Merdeka, tapi PBNU Ingatkan Penjajahan Baru sebagai Tantangan Generasi Terkini
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Indonesia Sudah Merdeka, tapi PBNU Ingatkan Penjajahan Baru sebagai Tantangan Generasi Terkini
Nasional

Indonesia Sudah Merdeka, tapi PBNU Ingatkan Penjajahan Baru sebagai Tantangan Generasi Terkini

Iqbal
Iqbal Published 17 Aug 2025, 18:55
Share
5 Min Read
Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki bendera Merah Putih pada Upacara HUT Ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). Foto: Youtube Setpres
Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki bendera Merah Putih pada Upacara HUT Ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). Foto: Youtube Setpres
SHARE
IPOL.ID – Kemerdekaan Indonesia sudah genap 80 tahun. Tentu kemerdekaan ini bentuk anugerah Allah dari buah perjuangan para pahlawan, ulama, santri, dan rakyat Indonesia.
Sejak proklamasi 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia bertekad berdiri di atas kaki sendiri, mengusir penjajahan, dan membangun tatanan kehidupan yang merdeka dari segala bentuk penjajahan, pembodohan, dan perbudakan.
Tetapi harus diakui, di usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia, terdapat “penjajahan baru” yang menjadikan bangsa tidak benar-benar merdeka.
Hal itu secara nyata tercermin pada fenomena kemiskinan, ketimpangan sosial, ketidakadilan ekonomi, kerusakan moral, dan polarisasi politik yang berafiliasi dengan paham-paham ekstrem.
Hal itu yang menjadi refleksi kemerdekaan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada momentum kemerdekaan tahun ini. Wakil Ketua Umum, KH Zulfa Mustofa menyebut adanya penjajahan baru yang dihadapi bangsa saat ini.
“Namun, kalau kita bercermin di usia 80 tahun ini, kita juga harus jujur mengakui bahwa masih ada banyak hal yang belum benar-benar merdeka. Secara fisik memang kita sudah bebas dari penjajahan asing, tetapi ada penjajahan baru yang kita hadapi,” kata Kiai Zulfa di Jakarta, melansir laman MUI, Minggu (17/8/2025).
Dengan itu, lanjut dia, peringatan kemerdekaan Indonesia hari ini harus menjadi momentum memperkuat persatuan umat, membangun ketahanan ekonomi rakyat, dan kebebasan dari segala bentuk kebodohan dan kemiskinan.
Sebab, menurutnya, sepanjang kemiskinan masih merajalela dan akses keadilan belum merata, maka sejatinya bangsa ini belum merdeka sepenuhnya.
“Sebab, selama rakyat masih miskin dan akses keadilan belum merata, maka kita belum sepenuhnya merdeka,” katanya.
Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, ia pun mengenang peran besar para kiai dan ulama NU dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dikumandangkan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari kala itu, bukan sekadar menjadi fatwa keagamaan, melainkan juga seruan kebangsaan yang menggerakkan nurani rakyat dalam mempertahankan tanah air dari ancaman penjajah yang kedua kalinya.
Tidak sedikit ulama, santri, dan warga NU yang mengorbankan nyawanya. Mereka tidak sekadar berperang dengan senjata, tetapi juga dengan doa, usaha mendidik masyarakat dengan jiwa nasionalisme, serta penjagaan moral bangsa.
“Dari Surabaya, kobaran semangat itu meluas ke seluruh penjuru negeri, melahirkan gelombang perlawanan yang menguatkan republik muda ini. Maka, setiap kali kita memperingati hari kemerdekaan, kita sejatinya sedang menyalakan kembali api perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa,” kenang Kiai Zulfa.
Menjadi jelas, para pendiri bangsa telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Lalu apa yang harus dilakukan generasi saat ini untuk mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya?
Kiai Zulfa pun menjelaskan, generasi saat ini harus benar-benar paham memaknai kemerdekaan. Merdeka bukan hanya soal fisik yang terbebas dari penjajahan, melainkan juga kemerdekaan batin untuk bebas dari rasa takut, bodoh, miskin, dan penindasan.
Ia pun mengutip sepenggal ayat dalam Alquran Surah al-Isra ayat 70:
‎وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ
Artinya: “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam…” (QS Al-Isra’: 70).
Selain itu Rasulullah SAW juga bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ
Artinya: “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh merendahkannya.” (HR Muslim).
Ayat dan hadits di atas menjelaskan bagaimana negara yang merdeka adalah memastikan tidak ada rakyat yang terzalimi oleh sistem yang timpang. Membiarkan rakyat terjerat kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan, sama saja dengan merendahkan kemuliaan yang Allah SWT berikan.
“Kemerdekaan itu bukan hanya soal fisik terbebas dari penjajahan, tetapi juga kemerdekaan batin, bebas dari rasa takut, dari kemiskinan, dari kebodohan, dan dari segala bentuk penindasan,” ungkapnya.
Untuk itu, upaya generasi hari ini harus menyentuh dua sisi. Pertama, tahrirul jasad (memerdekakan fisik) untuk membangun kemandirian ekonomi, pemerataan pendidikan, dan keadilan sosial.
Kedua, tahrirul qalb wal ruh (memerdekakan hati dan jiwa) dalam menanamkan akhlak, menumbuhkan persaudaraan, dan menguatkan semangat kebangsaan.
Menurutnya, NU sendiri akan terus berkhidmat di dua jalur itu. Hal itu dilakukan dengan penguatan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, dan menjaga tradisi keagamaan yang menumbuhkan cinta tanah air.
Kiai Zulfa meyakini, jika bangsa ditopang dengan kemandirian ekonomi yang kuat, adil dalam hukum, dan damai dalam persaudaraan, maka Indonesia telah benar-benar merdeka lahir dan batin.
Kalau bangsa ini kuat secara ekonomi, adil dalam hukum, dan damai dalam persaudaraan, Insyaallah itulah saatnya kita bisa mengatakan, Indonesia telah benar-benar merdeka, lahir dan batin,” ucap Kiai Zulfa. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: HUT ke-80 RI, PBNU, penjajahan
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Damkar Ngawi semprot pohon untuk usir pocong, bikin warga heboh. Foto: Tangkap layar TikTok @sonistiawan Viral! Diduga ada Pocong, Petugas Damkar di Ngawi Siram Pohon Besar Depan Rumah Warga
Next Article Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.(Foto dok PDIP) Hari Kemerdekaan, Hasto Tegaskan Bakal Loyal Pada Megawati

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260610 WA0046
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional

HeadlineOlahraga
Indonesia Siap Berlaga  di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026
10 Jun 2026, 15:32
Kriminal
Dua Tersangka Pembobol Tara Cafe di Cilandak Ditangkap di Kontrakan di Cawang
10 Jun 2026, 18:58
Jakarta Raya
Desil Jadi Kunci Penyaluran Bansos, Warga Cilincing Diimbau Manfaatkan Layanan Konsultasi
10 Jun 2026, 19:28
Kriminal
Kasus Gus Idris Naik Status, Polisi Kantongi Alat Bukti Cukup
10 Jun 2026, 22:30
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?