“Saya sering menggunakan BPJS Kesehatan untuk sakit biasa saja sih, yaa paling berobat jalan aja. Tapi saya senang menggunakan BPJS Kesehatan karena prosesnya cepat dan tidak ribet, semuanya ditanggung BPJS,” pujinya.
Manfaat program JKN tidak hanya dirasakan oleh Iksan pribadi, tapi juga oleh anggota keluarganya. Ia menceritakan bahwa orang tuanya pernah mengalami sakit paru-paru yang cukup serius hingga harus dirawat di rumah sakit selama seminggu lebih.
Seluruh biaya perawatan, termasuk rawat inap dan pengobatan, sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ini membuktikan bahwasannya BPJS Kesehatan tidak ada durasi standar terntentu atau batasan waktu rawat Inap. Selama pasien masih membutuhkan perawatan, maka asurasi sosial ini akan terus menanggung perawatan pasien tersebut sampai sembuh.
“Orang tua saya pernah dirawat di rumah sakit cukup lama sampai berminggu-minggu karena sakit paru-paru. Alhamdulillahnya semua perawatan dan pengobatan ditanggung oleh BPJS. Tetapi pada awalnya keluarga saya mikirnya rawat inap yang ditanggung BPJS Kesehatan hanya ditanggung 3 hari saja,” katanya.

