Hari ini, macan tutul itu rencananya akan menjalani observasi terakhir sebelum dibawa kembali ke Kuningan untuk dilepasliarkan di kawasan Gunung Ciremai.
“Jadi sebelum dilepasliarkan itu diobservasi dulu di sini, kami assessment lingkungannya dulu. Ternyata yang namanya hewan, mungkin stres jadi dia kabur,” kata Miftah.
Menurutnya, kandang karantina yang ditempati macan tutul tersebut terbuat dari besi berjeruji dan dikelilingi tembok. Namun, karena diduga mengalami stres akibat adaptasi lingkungan baru, satwa itu mampu menjebol bagian atap kandang.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Agus Arianto mengatakan Lembang Park and Zoo sendiri dipilih untuk tempat observasi dan karantina macan tutul dari Kuningan karena fasilitas dan dokter hewan yang lengkap.
“Awalnya mau dititip di Lembaga Konservasi Cikembulan, Garut, tapi karena dokternya kurang lengkap sehingga kita titip ke Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat,” kata Agus. (Vinolla)
