IPOL.ID – Menjelang momen peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), siswa Indonesia memberikan kado prestasi gemilang di ajang tingkat internasional.
Sebanyak empat siswa Indonesia berhasil meraih empat medali yang terdiri dari satu medali Perak dan tiga medali Perunggu di ajang Olimpiade Informatika Internasional atau International Olympiad in Informatics (IOI) ke-37 yang digelar pada 27 Juli-3 Agustus 2025 di Sucre, Bolivia.
Medali Perak dipersembahkan Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya. Sementara itu medali Perunggu masing-masing diraih oleh Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Aufan Ahmad Mumtaza dari SMAS Al-Irsyad Satya, dan Nathan Allan dari SMA Kanisius Jakarta.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas raihan prestasi para siswa di ajang IOI.
“Kemendikdasmen melalui Puspresnas terus menemukenali dan mengembangkan talenta murid. Salah satunya melalui fasilitasi Pembinaan ajang talenta Internasional. Selamat untuk peraih medali di ajang International Olympiad in Informatics,” jelas Irene, melansir Jumat (15/8/2025).
Kemudian, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Abdullah Faiz, turut hadir menyambut kedatangan tim Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. “Capaian prestasi ini sungguh membanggakan. Harapannya bisa memberikan motivasi kepada murid-murid lainnya di Indonesia,” ujar Faiz.
Di ajang IOI 2025, para siswa turut didampingi oleh Tim Pembina yaitu, Ammar Fathin Sabili dari Universitas Indonesia sebagai Team Leader dan Joel Gunawan dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) sebagai Deputy Leader.
Koordinator Pembina IOI 2025, Ammar Fathin Sabili, mengatakan bahwa para siswa sudah memberikan yang terbaik dan mereka mengerjakan soal-soal yang jauh lebih sulit dibandingkan penyelenggaraan IOI tahun lalu. “Dari segi soal sangat matang dan mereka sudah menyiapkan soal-soal yang sulit. Alhamdulillah, anak-anak semuanya membawa pulang medali setelah bersaing dengan 330 siswa dari 82 negara,” jelas Ammar.
Peraih medali Perak, Kelven Nathanael dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, merasa bangga dapat menorehkan prestasi di ajang IOI. “Saya jauh lebih bangga atas raihan medali ini meskipun saya mungkin bisa meraih medali yang lebih baik. Prestasi ini adalah salah satu hasil terbaik yang saya capai,” ungkap Kelven.
Hal yang sama juga diungkapkan Hanif Achdan Pietoyo dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta. “Sangat bangga karena perjuangannya cukup panjang mulai Olimpiade Sains Nasional (OSN) sampai mengikuti pembinaan yang bertahap,” ungkap Hanif.
International Olympiad in Informatics (IOI) ke-37 berlangsung pada 27 Juli s.d. 3 Agustus 2025 di Sucre, Bolivia. IOI mempertemukan lebih dari 330 peserta dari 82 negara. Perlombaan dalam IOI terdiri dari pemrograman/coding komputer dan penyelesaian masalah terkait algoritmik. (ahmad)
