IPOL.ID – Dalam balutan batik dan senyum yang setengah menggantung, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, melontarkan sebuah kalimat yang, entah kenapa, terdengar seperti deja vu birokrasi.
“Tunggu, ya. Karena ini nanti Menko yang memutuskan,” ucap Fahri Hamzah, dengan logatnya yang khas namun memunculkan kesan ada yang ditutupi dari kalimat yang dilontarkannya.
Nanti, sebuah kata paling populer dalam kamus pembangunan negeri ini. Regulasi yang dinanti-nanti tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, rupanya masih tersandera di meja koordinasi.
Apakah Fahri Hamzah mencoba pasang badan, atas kondisi carut-marut realisasi program Kementerian PKP yang terus menjadi pergunjingan publik.
”Tunggu, ya (Regulasi skema KUR Perumahan, red). Nanti Pak Menko Airlangga yang memutuskan,” ucap Fahri Hamzah usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Berani Vicara yang mengusung tema “Rumah untuk Semua: Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak”.
Dalam diskusi yang diselenggarakan Kantor Komunikasi Kepresidenan di Rumah Gatot Kaca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 6 Agustus 2025 itu, hadir pula Tenaga Ahli Utama Dedek Prayudi, Ketua Umum REI (2019-2023) Paulus Totok Lusida, dan sejumlah pembicara lainnya.
