Pernyataan politisi Partai Gelora ini, tentu saja memantik pertanyaan besar, apakah benar di balik pintu kayu yang rapat tertutup itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto benar-benar sedang menyulam keputusan yang dinanti. Tentu saja, tak perlu tergesa, sebab rakyat sudah terbiasa menunggu.
Meski demikian Fahri Hamzah, dengan nada optimistis menyebut pihaknya tengah melakukan percepatan. Percepatan skema KUR yang saat ini begitu disorot publik.
KUR yang terkesan menjadi sektor konsumtif bukan produktif di era kepemimpinan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Padahal, menurut Fahri, rumah bukan cuma tempat berlindung dari hujan atau kenangan. “Fungsi rumah juga bisa menjadi basis dari bisnis,” tuturnya.
”KUR cukup besar ruangnya, tapi dia tidak boleh masuk ke sektor perumahan karena dianggap konsumtif padahal, KUR itu kegiatan produktif,” tandas Fahri.
Kementerian PKP, sambung Fahri, sedang mendesain skema supaya bisa masuk ke sektor perumahan. Pasalnya, fungsi rumah juga bisa menjadi basis dari bisnis.
