Disamping itu, lanjut anggota DPRD 4 periode itu anggaran tersebut juga mengcover pembebasan lahan. “Banyak lahan warga yang belum dibebaskan, sehingga menghambat kelancaran proyek penanganan banjir. Tahun ini, pembebasan lahan di Kali Ciliwung ditargetkan rampung.
“Kadang di satu sisi program SDA sudah jalan, tapi ada sebagian tanah rakyat yang belum dibebaskan. Akibatnya, warga masih terdampak banjir,” paparnya.
Selain itu, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil II, Jakarta Utara tersebut berharap agar target penambahan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta bisa dikejar. Data yang dinilainya, saat ini, luas RTH baru mencapai sekitar 5,5%–5,9%, jauh dari target 30% yang harus dicapai pada 2030.
“Di setiap Sudin ada pembangunan RTH, baik taman maupun hutan kota. Tapi progresnya kecil tiap tahun karena anggarannya juga terbatas. Misalnya, Dinas Pertamanan anggarannya Rp1,896 triliun, itu belum tentu semua untuk pembangunan RTH. Ada gaji pegawai, belanja modal, dan lainnya,” bebernya.
Karena itu, Neneng mendorong agar Pemprov DKI lebih memaksimalkan penggunaan anggaran untuk kegiatan inti, sehingga target 30% RTH pada 2030 bisa tercapai.
