Tiba-tiba kendaraan tersebut dihadang oleh sekelompok demonstran yang tidak terkendali, lalu dirusak massa dengan cara dipukul dan dilempari hingga kaca mobil pecah.
Akibat insiden tersebut, Lurah Muhammad Sidik dan Asep Yudiana yang juga merupakan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta mengalami luka di bagian wajah dan tangan.
Selain itu, dua telepon genggam dan sebuah dompet hilang, tak ayal kendaraan dinas yang ditumpangi mereka mengalami kerusakan berat.
Lebih lanjut, atas kejadian itu, Anwar menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan jajaran Polri dan TNI untuk menjamin keamanan aparat pemerintah, khususnya yang bekerja langsung di tengah masyarakat. Dia juga berharap masyarakat tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.
“Perlindungan terhadap aparat di lapangan menjadi prioritas kami. Pemprov DKI bakal memperkuat koordinasi dengan pihak keamanan agar peristiwa serupa tidak terulang. Kami juga mengapresiasi lurah dan petugas PPSU yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi situasi berbahaya,” pungkas Wali Kota Jakarta Selatan, Anwar. (Joesvicar Iqbal)

