Sejurus sejumlah pekerja terburu-buru melakukan pengecoran jalan dengan adukan material semen, pasir dan batu split di lokasi. Maklum langit di wilayah Jakarta Selatan sedang mendung, tak lama berselang turun hujan.
Sejumlah pohon pun tampak terlihat sampai keakar-akarnya dan kabel-kabel listrik menjuntai semrawut dengan pemandangan galian, gundukan tanah dan batu-batuan kerikil. Debu berterbangan dan jalanan menjadi licin ketika sore hari saat dua lajur tersebut diguyur hujan deras.
Sejumlah pedagang kios pulsa, warung nasi hingga warung klontong tampak sibuk membuat perlintasan jalan orang dengan menggunakan kayu agar bisa digunakan untuk menyeberangi adanya galian yang cukup dalam.
“Ya pemandangannya di sepanjang Jalan Dr Soepomo dan Jalan Saharjo cukup kusut, semrawut dan berantakan. Karena ada pembangunan trotoar jalan,” ujar Yudha, 36, karyawan swasta, pengendara motor yang melintasi Jalan Saharjo.
Dia mengatakan, bekas galian tanahnya pun terlihat menggunduk dan jika terkena hujan akan menyebabkan jalanan menjadi licin. Dia pun mengendarai motor perlahan-lahan karena khawatir terpeleset.
