Menurutnya, safari dakwah ini baru pertama kali digelar dan akan menjadi program rutin. KUA Selat Nasik telah menjalin kerja sama dengan pemerintah desa untuk menjadwalkan safari dakwah berkala. Sementara untuk pelayanan akad nikah, Lutfi menyebut selama ini rutin dilaksanakan sesuai permintaan warga, rata-rata tiga hingga empat kali dalam setahun.
“Safari dakwah ini tidak hanya soal pencatatan nikah, tapi juga pembinaan keluarga sakinah. Kami ingin masyarakat di pulau terpencil mendapat hak yang sama dalam bimbingan agama dan layanan resmi negara,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan tausiyah selepas Magrib dan Subuh, dilanjutkan dengan pembinaan keluarga sakinah yang menekankan pentingnya membangun rumah tangga harmonis berlandaskan agama. Puncaknya adalah pelaksanaan akad nikah sesuai syariat Islam dan prosedur negara.
Masyarakat Pulau Gersik menyambut kegiatan ini dengan antusias. Kehadiran tim KUA dianggap sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah. “Banyak warga menyampaikan rasa syukur karena pelayanan langsung bisa dirasakan, tanpa harus menyeberang jauh ke Selat Nasik,” jelas Lutfi.
