Melalui event Catur yang digelar, dapat melahirkan bibit – bibit atlet yang handal menuju event Catur nasional maupun yang diberi kepercayaan tampil di Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025.
Bahkan Ir. Eka Putra Wirya memberikan acungan jempol pada semua peserta dari sepuluh negara bergairah untuk tampil dalam event tingkat pelajar mulai usia 7 tahun hingga 17 tahun saat mengikuti undian atau pairing pertandingan.
Menurutnya, selain mereka bertanding dalam event Catur, juga dapat dijadikan sebagai pertukaran budaya antar pelajar dari negara nya masing – masing. Dengan begitu ajang pertandingan tersebut memiliki berbagai fungsi bagi peserta nantinya.
Adri Lazuardi, Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, menegaskan
penyelenggaraan turnamen Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition merupakan wujud nyata komitmen yayasan dalam memajukan pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada akademik tetapi juga non akademik.
“BPK PENABUR tidak hanya berfokus pada bidang akademis, tetapi juga mengembangkan potensi dan bakat siswa di berbagai bidang, termasuk olahraga catur. Turnamen ini merupakan kebanggaan bagi kami dan bukti bahwa pendidikan dapat berjalan seiring dengan pengembangan prestasi di bidang lain, dan bukti komitmen kami dalam mendukung percaturan di Indonesia” kata Adri lagi. (bam)
